Keterampilan Perawat | Teknik Relaksasi Napas Dalam (Standar Operasional Prosedur)

Hai teman-teman perawat, kali ini ilmuperawat.com ingin berbagi tentang salah satu skill yang perlu anda kuasai saat melakukan tindakan atau perlakuan kepada pasien yang membuat pasien merasa sakit atau nyeri. Tindakan ini sangat berguna karena mampu meredam tingkat nyeri pasien saat diberikan treatment medis. Bahkan jika 100 persen berhasil menggunakan skill ini kemungkinan besar pasien tidak akan mengalami kesakitan.

Perlu teman-teman ketahui bahwa yang namanya Nyeri/Sakit itu tidak nyaman dan sangat mengganggu perasaan/mood seseorang. Yang awalnya biasa-biasa saja tetapi jika muncul rasa nyeri maka 360 derajat langsung berubah kondisinya entah itu langsung marah, cuek atau diam tanpa kata-kata atau bahkan memberontak dan adapula saking sakitnya seseorang bisa langsung pingsan. Dan tentu keadaaan ini kita tidak ingin munculkan pada pasien ketika kita lagi melakukan perlakuan tindakan medis/keperawatan. Salah satu contoh yang paling nampak kondisi seseorang ketika ingin dilakukan tindakan medis/keperawatan yang memunculkan nyeri/sakit yaitu suntik. Kondisi seseorang bermcam-macam jika ingin disuntik ada yang biasa-biasa saja ada pula yang sampai menangis dan bahkan melarikan diri. Nah, sebagai perawat tentu tidak ingin mendapatkan feedback yang buruk saat melakukan tindakan keperawatan/medis karena efeknya tidak baik untuk kelanjutan treatment keperawatan kedepan apakah itu waktu pemberian obat memanjang atau menjadikan pasien panikan sehingga menjadi trauma. Maka dari itu, Keterampilan Perawat | Teknik Relaksasi Napas Dalam (Standar Operasional Prosedur) ini dapat dijadikan metode pengurangan nyeri/sakit saat melakukan tindakan medis/keperawatan. Berikut penjelasannya.

SOP Teknik Relaksasi Napas Dalam
SOP Teknik Relaksasi Napas Dalam

Keterampilan Perawat | Teknik Relaksasi Napas Dalam (Standar Operasional Prosedur)

SOP Teknik Relaksasi Napas Dalam
SOP Teknik Relaksasi Napas Dalam

1. Pengertian

Teknik relaksasi napas dalam adalah suatu teknik merilekskan ketegangan otot dan dapat mengurangi rasa nyeri

2. Tujuan

  • Untuk meningkatkan ventilasi alveoli,
  • memelihara pertukaran gas,
  • mencegah atelektasis paru,
  • meningkatkan efisiensi batuk,
  • mengurangi stress (baik stress fisik maupun emosional),
  • menurunkan intensitas nyeri, dan
  • menurunkan kecemasan.

3. Indikasi

Dilakukan untuk pasien yg mengalami nyeri baik akut dan kronis

4. Kontra Indikasi

  • Serangan asma akut
  • Deformitas struktur dinding dada dan tulang belakang
  • Nyeri semakin meningkat
  • Sakit kepala (pusing)
  • Kelelahan

5. Lama Waktu

5-10 menit

6. Persiapan alat dan bahan

Tidak ada

7. Prosedur

Tahap Pra Interaksi

  • Melakukan pengkajian dan membaca mengenai status pasien
  • Mencuci tangan
  • Meyiapkan alat
  • Tahap orientasi
  • Mengucapkan salam teraupetik kepada pasien
  • Validasi kondisi pasien saat ini
  • Menjaga keamanan privacy pasien

Tahap Interaksi

  • Ciptakan lingkungan yang tenang
  • Usahakan tetap rilex dan tenang
  • Tarik napas dalam dari hidung dan mengisi paru-paru dengan udara melalui hitungan 1,2,3
  • Perlahan-lahan udara dihembuskan melalui mulut sambil merasakan ekstremitas atas dan bawah rileks
  • Anjurkan bernapas dengan irama normal 3 kali
  • Tarik napas lagi melalui hidung dan hembuskan melalui mulut secara perlahan-lahan
  • Biarkan telapak tangan dan kaki rileks
  • Usahakan agar tetap konsentrasi / mata┬ásambil terpejam
  • Pada saat konsentrasi pusatkan pada daerah yang nyeri
  • Anjurkan untuk mengulangi prosedur hingga nyeri terasa berkurang
  • Ulangi sampai 15 kali, dengan diselingi istirahat singkat setiap 5 kali.
  • Bila nyeri menjadi hebat, seseorang dapat bernafas secara dangkal dan cepat

Tahap Terminasi

  • Evaluasi hasil gerakan
  • Lakukan kontrak untuk melakukan kegiatan selanjutnya
  • Akhiri kegiatan dengan baik
  • Cuci tangan
  • Mendokumentasikan

8. Referensi

  • Muttaqin, Arif. 2009. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Pernapasan. Jakarta: Salemba Medika
  • Priharjo, R. 2003. Perawatan nyeri. Jakarta. EGC.
  • Smeltzer & Bare. 2002. Keperawatan medikal bedah. Edisi 8 Vol.1. Alih Bahasa :Agung waluyo. Jakarta. EGC

Demikian artikel Keterampilan Perawat | Teknik Relaksasi Napas Dalam (Standar Operasional Prosedur) ini dibagikan kepada teman-teman sekalian, semoga bermanfaat.

 

Leave a Comment