Buat Perawat !!! Ketahui Segera Gejala Ini Saat Kamu Bekerja, Bisa Membuat Pekerjaanmu Terbengkalai

Buat Perawat !!! Ketahui Segera Gejala Ini Saat Kamu Bekerja, Bisa Membuat Pekerjaanmu Terbengkalai. Yup yang dapat menyebabkan pekerjaan terbengkalai salah satunya adalah munculnya STRESS. Ya stress, Siapa yang tak kenal dengan stress. Semua orang hampir merasakannya. Dan biasanya paling parah dirasakan oleh orang yang memiliki kesibukan seperti pekerja kantoran, pengusaha, pendidik, pengacara, dan petugas kesehatannya. Khusus untuk petugas kesehatan yaitu perawat masalah stress sangat rentang sekali terjadi pada saat kerja. Apa lagi anda sebagai perawat lagi berjaga di UGD ataupun di unit perawatan seperti bangsal. Banyaknya kebutuhan pasien yang harus dipenuhi dan anda hanya berjaga beberapa orang saja yang jika dilakukan perhitungan tidak sesuai dengan standar beban kerja anda sebagai perawat. Nah, sebagai perawat anda perlu ketahui gejala stress yang muncul pada saat kerja, dengan mengetahui diharapkan anda dapat minimalisir dampak buruknya terhadap pasien anda.

Buat Perawat !!! Ketahui Segera Gejala Ini Saat Kamu Bekerja, Bisa Membuat Pekerjaanmu Terbengkalai
Buat Perawat !!! Ketahui Segera Gejala Ini Saat Kamu Bekerja, Bisa Membuat Pekerjaanmu Terbengkalai

Dampak Stress

Apabila seseorang sering mengalami stress, maka hal tersebut membutuhkan penanganan dari professional. Rasa takut dan cemas dapat melahirkan pikiran-pikiran positif ataupun negatif. Hal positif seperti kewaspadaan dan pengharapan akan hal-hal baru. Hal-hal negatif seperti ketidakpercayaan, penolakan, kemarahan, depresi yang kemudian akan mempengaruhi fisik (psikomatik) kita seperti timbulnya kelelahan, sakit kepala, sakit perut, kemerahan, insomnia, hilang nafsu makan, tekanan darah tinggi, luka pada lambung, penyakit jantung, dan stroke.

Stress akan dialirkan ke organ tubuh melalui saraf otonom. Organ yang antara lain dialiri stress adalah kelenjar hormon dan terjadilah perubahan keseimbangan hormonal, yang selanjutnya akan menimbulkan perubahan fungsional berbagai organ target. Beberapa peneliti membuktikkan stress telah menyebabkan perubahan neurotransmiter neurohormonal melalui berbagai aksis. Hyphotalamic Pituitary Ovarial Axis (HPO) merupakan teori mekanisme yang paling banyak diteliti. Pada kondisi stress akan merangsang hipotalamus melalui aksis LHPA yang menyebabkan peningkatan androgen. Androgen yang terpenting dalam stimulasi produksi sebum adalah testosteron dan akan dirubah menjadi bentuk aktif yaitu 5α-Dihidrotestosterone (DHT) oleh enzim type I-α reductase. Dihidrotestosterone (DHT) adalah androgen yang paling poten dalam merangsang hiperproliferasi keratinosit. Beberapa system tubuh yang dapat mengalami gangguan disebabkan atau diperburuk oleh stress yaitu sebagai berikut:

  1. Sistem Gastrointestinal seperti: Konstipasi,diare, Ulcus DeodenumAnoreksia nervosaObesitasKolitis ulseratif.
  2. Sistem Respirasi seperti: Asma, Hay fever, Tuberculosis.
  3. Sistem Integumen seperti: Eksim,Pruritus, Urtikaria,
  4. Sistem Musculosceletal seperti: Artritis Rematoid, Low back pain.
  5. Sistem Metabolik seperti: Diabetes, Hipertiroidisme.
  6. Sistem Cardiovascular seperti: Hipertensi esensial, Gagal jantung kongestif, Kemungkinan serangan jantung

Gejala Khas Stress Perawat Saat Bekerja

Walaupun stress selalu ada dalam kehidupan setiap orang, termasuk pada perawat, namun hal tersebut tidak boleh dibiarkan semakin bertambah parah sehingga perlu upaya untuk managemen stress. Tidak selalu mudah untuk mengetahui kapan stress mengganggu kondisi fisik atau mental. Berikut ini beberapa gejala stress yang khas sekali muncul ketika anda bekerja yang dikutip dari buku Marilyn Jackson tahun 2011 dengan judul Pocket Guide for Patient Education yang diterbitkan oleh Penerbit Erlangga dijakarta.

  1. Mudah marah dan tersinggung
    Untuk gejala ini tentunya semua orang mengalaminya jika ada sesuatu hal yang tidak sesuai dengan keinginannya. Untuk perawat biasanya mudah marah jika pasien/keluarga pasien terlalu memiliki banyak permintaan dan tidak sabar menunggu respon perawat untuk melayaninya. Sehingga biasanya perawat tidak secara sengaja marah dan bahkan perawat refleks menegur pasien/keluarga pasien. jika anda sebagai perawat dan mengalami respon seperti ini maka anda perlu waspada boleh jadi ini adalah gejala stress.
  2. Sulit berkonsentrasi dan mengingat
    Saat anda bekerja namun pekerjaan anda tidak kunjung selesai atau dapat diistilahkan dengan Buffermungkin anda mengalami gejala stress. Anda susah sekali fokus dan mengingat runtutan atau prosedur pekerjaan anda. Anda selalu melewati urutan kerja anda. Yang harusnya anda mempersiapkan terlebih dahulu peratalannya tapi anda langsung melakukan tindakan/kontak pada pasien. Olehnya itu anda perlu segera menyadarinya jika hal yang demikian terjadi pada saat anda melayani pasien karena boleh jadi ini bagian dari gejala stress. Olehnya itu, segeralah melakukan kompensasi stress jika gejala ini muncul pada anda saat berkerja.
  3. Nyeri otot atau ketegangan otot
    Jika gejala awal mudah marah dan tersinggung merasuki anda saat berkerja dan anda tidak mengenal gejala tersebut adalah bagian dari stress maka tunggulah beberapa saat kemudian. Gejala lanjutan dari marah yang muncul adalah ketegangan otot/nyeri otot. Proses ini berlangsung ketka tubuh anda merespon negatif dari perilaku marah yang anda keluarkan. Sehingga bagian tubuh anda yaitu otot merasakan ketidaknyamanan dimana terjadi penagangan otot-otot atau bahkan akan mengalami nyeri yang hebat. Olehnya itu, jika anda mudah tersinggung dan marah segeralah melakukan penanganannya karena gejala lanjutan akan muncul dan boleh jadi gejalayang ditimbulkan akan lebih parah dari gejala awal.
  4. Sakit kepala
    Jika ketegangan otot sudah terjadi maka akan diikuti pula sakit kepala. Hal ini disebabkan karena hemoestasis tubuh tidak seimbang sehingga otak juga terganggu dan akhirnya zat-zat pencetus nyeri dilepaskan dan akhirnya muncullah sakit kepala. Biasanya jika muncul gejala seperti ini menyebabkan pekerjaan terhambat sehingga terget seharusnya dapat dikerjakan sehari bisa molor akibat dari gejala ini. Tentunya anda sebagai perawat harus mencegah gejala seperti ini muncul pada anda karena tidak hanya anda yang mengalami dampak buruknya orang yang berada disekeliling anda juga merasakannya.
  5. Tiba-tiba suka makanan manis/asin ataupun berlemak dan semacamnya
    Ketika beban anda tinggi saat bekerja tiba-tiba anda merasakan hal tidak seperti biasanya yaitu merasa nyaman jika makan makanan yang manis/asin atau goreng-gorengan dan itu porsinya tidak seperti biasanya, maka kondisi seperti ini harus anda waspadai. Karena gejala ini adalah gejala khas stress. Biasanya gejala yang seperti ini muncul sebagai respon kompensasi dari tekanan yang dihadapi. Dan anda akan merasa nyaman jika anda melakukan hal seperti ini. Tentunya tidak baik untuk kesehatan anda. Karena makanan yang baik adalah makanan yang dikonsumsi secara seimbang bukan secara berlebihan.

Beberapa gejala khas diatas ini sering terjadi pada perawat saat bekerja namun gejala lainnya tidak menutup kemungkinan juga muncul seperti kelelahan, sakit perut, kemerahan, insomnia, hilang nafsu makan, tekanan darah tinggi, luka pada lambung, penyakit jantung, dan stroke. Tentunya gejala-gejala stress muncul tergantung dari masing-masing kompensasi seorang perawat menanganinya. Jika ada perawat yang peka dengan gejala awal maka gejala tingkat selanjutnya bisa diredam akan tetapi jika gejala stress awal tidak tertangani segera maka gejala yang berlanjut akan muncul dan hal inilah yang dapat membuat memperparah keadaan pada saat bekerja.

Setiap perawat berharap tidak terjadi hal-hal buruk ketika stress muncul, olehnya itu agar anda perawat tidak mengalami kondisi yang tidak nyaman dan berakibat buruk pada pekerjaan dan pasien anda maka sebaiknya anda tangani sesegera mungkin. Beberapa langkah penangangan gejala stress yang bisa anda ketahui melalui dibawah ini

Strategi Penanganan Stress 

Adapun berikut ini adalah beberapa strategi yang dapat digunakan untuk penanganan stress terkait pekerjaan atau kesibukan keseharian sebagai berikut:

  1. Mengubah atau mengeliminasi stressor.
  2. Mengubah jam kerja untuk perspektif baru.
  3. Memotong dan atau mengeliminasi waktu lembur.
  4. Mengubah sikap terhadap
  5. Memperluas hubungan sosial lebih dari teman-teman bekerja.
  6. Berteman dan melakukan hobi diluar pekerjaan.
  7. Meminimalkan respon fisik terhadap stress dengan menggunakan teknik sebagai berikut:
  8. Tarik napas dalam untuk meredakan respon amarah.
  9. Peregangan secara periodik.
  10. Pernapasan dalam dan perlahan.
  11. Olahraga fisik secara teratur.
  12. Relaksasi otot secara progresif.
  13. Pola makan yang seimbang dan teratur.
  14. Hidrasi yang baik (minum setidaknya 2 liter dalam sehari).

Pada prinsipnya banyak literatur yang telah memberikan edukasi terkait cara menangani stress jika muncul saat bekerja, paling tidak situs kami ilmuperawat.com dapat memberikan gambaran kepada teman-teman perawat jika gejala khas diatas muncul saat bekerja maka segera lakukan strategi penanganan diatas. Pilihanannya ada banyak, teman-teman perawat bisa memaksimalkan salah satu dari pilihan tersebut sesuai kondisinya. Demikianlan artikel ini dibuat. Semoga dapat membantu. Terima kasih.

===================

Sumber:

Jackson, Marilynn. 2011. Pocket Guide for Patient Education. Jakarta: Penerbit Erlangga

 

Leave a Comment